Senin, 19 Maret 2012

METODE ILMIAH

Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

KRITERIA METODE ILMIAH

Supaya suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut:

Berdasarkan Fakta

Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasar-kan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.

Bebas dari Prasangka

Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.

Menggunakan Prinsip Analisa

Dalam memahami serta member! arti terhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis, Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.

Menggunakan Hipotesa

Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.

Menggunakan Ukuran Obyektif

Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras.

Menggunakan Teknik Kuantifikasi

Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating.

UNSUR METODE ILMIAH

Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:

1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)

2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)

3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)

4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

Karakterisasi

Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi yang cermat atas subjek investigasi. Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol, seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau dimanipulasi seperti bintang atau populasi manusia. Proses pengukuran sering memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop, atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentukgrafik, atau dipetakan, dan diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi. Pengukuran dalam karya ilmiah biasanya juga disertai dengan estimasi ketidakpastian hasil pengukuran tersebut. Ketidakpastian tersebut sering diestimasikan dengan melakukan pengukuran berulang atas kuantitas yang diukur.

Prediksi dari hipotesis

Hipotesis yang berguna akan memungkinkan prediksi berdasarkan deduksi. Prediksi tersebut mungkin meramalkan hasil suatu eksperimen dalam laboratorium atau pengamatan suatu fenomena di alam. Prediksi tersebut dapat pula bersifat statistik dan hanya berupa probabilitas. Hasil yang diramalkan oleh prediksi tersebut haruslah belum diketahui kebenarannya (apakah benar-benar akan terjadi atau tidak). Hanya dengan demikianlah maka terjadinya hasil tersebut menambah probabilitas bahwa hipotesis yang dibuat sebelumnya adalah benar. Jika hasil yang diramalkan sudah diketahui, hal itu disebut konsekuensi dan seharusnya sudah diperhitungkan saat membuat hipotesis. Jika prediksi tersebut tidak dapat diamati, hipotesis yang mendasari prediksi tersebut belumlah berguna bagi metode bersangkutan dan harus menunggu metode yang mungkin akan datang. Sebagai contoh, teknologi atau teori baru boleh jadi memungkinkan eksperimen untuk dapat dilakukan.


Eksperimen

Setelah prediksi dibuat, hasilnya dapat diuji dengan eksperimen. Jika hasil eksperimen bertentangan dengan prediksi, maka hipotesis yang sedak diuji tidaklah benar atau tidak lengkap dan membutuhkan perbaikan atau bahkan perlu ditinggalkan. Jika hasil eksperimen sesuai dengan prediksi, maka hipotesis tersebut boleh jadi benar namun masih mungkin salah dan perlu diuji lebih lanjut. Hasil eksperimen tidak pernah dapat membenarkan suatu hipotesis, melainkan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis tersebut. Hasil eksperimen secara mutlak bisa menyalahkan suatu hipotesis bila hasil eksperimen tersebut bertentangan dengan prediksi dari hipotesis. Bergantung pada prediksi yang dibuat, berupa-rupa eksperimen dapat dilakukan. Eksperimen tersebut dapat berupa eksperimen klasik di dalam laboratorium atau ekskavasi arkeologis. Eksperimen bahkan dapat berupa mengemudikan pesawat dari New York ke Paris dalam rangka menguji hipotesis aerodinamisme yang digunakan untuk membuat pesawat tersebut. Pencatatan yang detail sangatlah penting dalam eksperimen, untuk membantu dalam pelaporan hasil eksperimen dan memberikan bukti efektivitas dan keutuhan prosedur yang dilakukan. Pencatatan juga akan membantu dalam reproduksi eksperimen.

Evaluasi dan Pengulangan

Proses ilmiah merupakan suatu proses yang iteratif, yaitu berulang. Pada langkah yang manapun, seorang ilmuwan mungkin saja mengulangi langkah yang lebih awal karena pertimbangan tertentu. Ketidakberhasilan untuk membentuk hipotesis yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang subjek yang sedang dipelajari. Ketidakberhasilan suatu hipotesis dalam menghasilkan prediksi yang menarik dan teruji dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan kembali hipotesis tersebut atau definisi subjek penelitian. Ketidakberhasilan eksperimen dalam menghasilkan sesuatu yang menarik dapat membuat ilmuwan mempertimbangkan ulang metode eksperimen tersebut, hipotesis yang mendasarinya, atau bahkan definisi subjek penelitian itu. Dapat pula ilmuwan lain memulai penelitian mereka sendiri dan memasuki proses tersebut pada tahap yang manapun. Mereka dapat mengadopsi karakterisasi yang telah dilakukan dan membentuk hipotesis mereka sendiri, atau mengadopsi hipotesis yang telah dibuat dan mendeduksikan prediksi mereka sendiri. Sering kali eksperimen dalam proses ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, dan karakterisasi didasarkan pada eksperimen yang dilakukan oleh orang lain.


Sifat Ilmu Pengetahuan dan Metode Ilmiah

Logis atau masuk akal

Yaitu sesuai dengan logika atau aturan berpikir yang ditetapkan dalam cabang ilmu pengetahuan yang bersangkutan. Definisi, aturan, inferensi induktif, probabilitas, kalkulus, dll. merupakan bentuk logika yang menjadi landasan ilmu pengetahuan. Logika dalam ilmu pengetahuan adalah definitif. Obyektif atau sesuai dengan fakta. Fakta adalah informasi yang diperoleh dari pengamatan atau penalaran fenomena.

Obyektif

Dalam ilmu pengetahuan berkenaan dengan sikap yang tidak tergantung pada suasana hati, prasangka atau pertimbangan nilai pribadi. Atribut obyektif mengandung arti bahwa kebenaran ditentukan oleh pengujian secara terbuka yang dilakukan dari pengamatan dan penalaran fenomena.

Sistematis

Adanya konsistensi dan keteraturan internal. Kedewasaan ilmu pengetahuan dicerminkan oleh adanya keteraturan internal dalam teori, hukum, prinsip dan metodenya. Konsistensi internal dapat berubah dengan adanya penemuan-penemuan baru. Sifat dinamis ini tidak boleh menghasilkan kontradiksi pada azas teori ilmu pengetahuan.

Andal

Dapat diuji kembali secara terbuka menurut persyaratan yang ditentukan dengan hasil yang dapat diandalkan. Ilmu pengetahuan bersifat umum, terbuka dan universal.

Dirancang

Ilmu pengetahuan tidak berkembang dengan sendirinya. Ilmu pengetahuan dikembangkan menurut suatu rancangan yang menerapkan metode ilmiah. Rancangan ini akan menentukan mutu keluaran ilmu pengetahuan.

Akumulatif

Ilmu pengetahuan merupakan himpunan fakta, teori, hukum, dll. yang terkumpul sedikit demi sedikit. Apabila ada kaedah yang salah, maka kaedah itu akan diganti dengan kaedah yang benar. Kebenaran ilmu bersifat relatif dan temporal, tidak pernah mutlak dan final, sehingga dengan demikian ilmu pengetahuan bersifat dinamis dan terbuka.

Read more »

Selasa, 26 April 2011

Kesimpulan Uang, Bank dan Penciptaan Uang

Uang adalah suatu alat yang diciptakan sebagai pengganti sistem barter pada zaman dahulu karena saat itu keadaaan ekonomi hanya mengenal sistem barter yaitu sistem tukar menukar barang yang dimiliki dengan barang yang kita inginkan. Seiring dengan berjalannya waktu keadaan ini tampaknya mengalami banyak kendala, ketidakseimbangan antara barang yang ditukar dengan barang yang didapat hal ini menimbulkan rasa kerugian antara pihak yang melakukan barter. Sehingga diciptakanlah uang sebagai alat pembayaran yang memiliki nominal khusus. Jika kita berbicara tentang uang tidak akan ada habisnya karena pada dasarnya uang sudah menjadi bagian kehidupan kita sehari hari mulai dari makan, minum, bayar listrik, bayar pendidikan, parkir, hingga buang air kecil pun pada zaman ini dibutuhkan uang. Dengan keadaan seperti sekarang ini seluruh lapisan masyarakat berlomba lomba mengumpulkan uang untuk kelangsungan hidupnya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terhadap mereka yang mempunyai uang yang berlimpah dan diperlukan suatu tempat yang aman untuk menyimpan uang tersebut. Biasanya uang disimpan di celengan, di bawah kasur dan ditempat tempat yang mereka anggap aman. dengan alasan itu lah diciptakann suatu lembaga penyimpanan uang yang disebut bank,mulanya masyarakat kurang percaya dengan bank.hal ini membuat pengelola bank untuk memberikan promosi dan pelayanan yang baik supaya masyarakat mau menabung di bank dengan segala macam kelebihanya.
Bank umumnya adalah tempat menabung namun dengan perkembangan zaman bank di sulap menjadi tempat investasi jangka panjang, banyak hal yang akan di peroleh jika kita menabung di bank mulai dari bunga yang relatif besar kemudahan dalam mengambil uang melalui anjungan tunai mandiri (ATM) dan kita tidak perlu memecahkan celengan jika memerlukan uang.
Read more »

Kesimpulan Analisis Pendapatan Nasional untuk Perekonomian Tertutup Sederhana dan Pertumbuhan Ekonomi

Dalam bahasan kali ini termasuk dalam ekonomi makro. Ruang lingkup ekonomi makro sangatlah luas, banyak sekali yang terlibat di dalamnya. Pendapatan nasional termasuk di dalamnya, pendapatan nasional berhubungan dengan pendapatan perkapita dan juga terhadap pertumbuhan pendduduk, pengangguran, inflasi, konsumsi dan tabungan.
Pendapatan nasional digunakan untuk mengukur tingkat kemajuan ekonomi suatu negara. Tidak ada satuan alat ukur baku untuk menghitung pendapatan nasional. Alat ukur yang paling mudah yaitu harga. Peningkatan pendapatan nasional merupakan suatu keharusan untuk mencapai kemakmuran tetapi harus disertai dengan tingkat pertumbuhan penduduk karena bila tanpa pengendalian pertumbuhan penduduk akan berpengaruh terhadap pendapatan perkapita dan juga berpengaruh terhadap masalah ketenagakerjaan, apalagi jika lapangan pekerjaan yang tersedia sangat minim, mungkin juga bisa terjadi inflasi.
Read more »

Sabtu, 19 Maret 2011

Kesimpulan struktur pasar

Struktur pasar adalah penggolongan produsen kepada beberapa bentuk pasar berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri. Pada analisa ilmu ekonomi, pasar dibedakan menjadi dua yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna. Dalam pasar persaingan sempurna terdapat banyak penjual maupun pembeli atau dengan kata lain banyak terjadi interaksi penawaran dan permintaan di dalam linkup pasar persaingan sempurna. Berbeda dengan pasar persaingan tidak sempurna, disini hanya terdapat satu produsen dengan banyak konsumen. Biasanya satu produsen itu mempunyai kekuatan pasar dan mampu mengendalikan harga. Macam - macam pasar persaingan tidak sempurna yaitu:
- pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran dimana hanya ada satu penjual/ produsen yang berhadapan dengan banyak pembeli atau konsumen. contoh: PT pos dan giro, PT PLN dll
- pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran, dimana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar. contonya : perusahaan semen dan air mineral.
- pasar duopoli adalah suatu pasar dimana penawaran suatu jenis barang dikuasai oleh dua perusahaan. contohnya : pertamina dan caltex.
- pasar monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama. contohnya : menjual produk sabun karena sudah banyak perusahaan memproduk sabun yang berbeda-beda.
- pasar monopsoni.

Read more »

Kesimpulan perilaku produsen

Teori produksi adalah teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya. Setiap produsen pasti ingin mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin dengan biaya atau modal yang seminimal mungkin. Para produsen harus memahami perilaku konsumen dan memahami bagaimana konsumen melakukan proses pembelian. Apa saja yang dilakukan konsumen sebelum mereka melakukan pembelian. Tahapan-tahapan apa saja yang terjadi sampai seorang konsumen mengambil keputusan untuk membeli. Tidak semua produsen mengalami nasib yang baik dalam menjalani usahanya, ada kalanya mereka mengalami kebuntuan. Maka dari itu setiap produsen wajib mensurvei masyarakat di sekitarnya karena apabila barang - barang yang di produksi tidak sesuai dengan keinginan masyarakat yang terjadi adalah barang - barang yang di produksi kurang laku di pasaran.



Read more »

Jumat, 18 Maret 2011

15 MARET 2011

Sore itu matahari masih menampakkan sinarnya, tepat pukul 16.00 WIB bertempat di Arena Futsal Kelapa Dua, Depok tim luminous fc akan bertanding. Sejak pukul 15.13 WIB saya pun sudah sampai di TKP, belum ada satu pun personil luminous fc yang datang. Sekitar pukul 15.30 WIB barulah satu – persatu personil luminous datang, tidak lama kemudian semua personil bergegas untuk mengganti kostum tidak terkecuali saya. Waktu bermain pun tiba, lapangan mulai penuh dengan para pemain luminous dengan warna kostum yang khas hitam – biru. Pertandingan pun dimulai, awalnya kedua tim masih saling menyerang dan saling menunjukkan kemampuan tim masing – masing. Saat itu saya masih menjadi pemain cadangan dan menunggu di pinggir lapangan. Setengah jam berlalu saat itu waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB dan kesempatan saya untuk bermain akhirnya datang juga. Saya bergegas memasuki lapangan untuk menggantikan teman satu tim saya, posisi bermain saya yaitu sebagai pemain belakang yang tugas utamanya menjaga daerah pertahanan dan menghalau serangan lawan. Banyak kesalahan yang saya lakukan saat di dalam lapangan dan menyebabkan gawang luminous di bobol lawan. Tapi ada satu momen yang menggembirakan bagi saya yaitu saya telah mencetak satu gol, dan gol itu pun tercipta lewat sepatu yang baru saya gunakan dalam pertandingan tersebut. Saya pun bersyukur bisa mencetak satu gol karena bisa membantu tim untuk menang. Itu merupakan suatu kewajaran karena saya berposisi sebagai pemain belakang, semoga menjadi awal yang baik buat sepatu baru saya dan saya khususnya untuk ke depannya bersama tim luminous. Jaya terus luminous fc.

Read more »

 
Powered by Blogger